Perbedaan Antara Kondom Pria dan Kondom Wanita
- Health

Perbedaan Antara Kondom Pria dan Kondom Wanita

Pilihan Pria Keren • Perbedaan Antara Kondom Pria dan Kondom Wanita – Kondom tak selalu dipakai oleh pria keren, karena sekarang perempuan juga bisa menggunakan kondom khusus. Meski tak sepopuler kondom untuk pria, sudah lebih dari satu dekade terakhir ini kondom untuk perempuan hadir.  Cara kerja keduanya sama: mencegah cairan sperman masuk ke dalam rahim. Selayaknya alat kontrasepsi, keduanya digunakan demi mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Perbedaan Antara Kondom Pria dan Kondom Wanita

Tujuan lain yang tak kalah penting, kondom digunakan untuk mencegah penyakit menular seperti HIV/AIDS, gonorhea, sifilis, dan sebagainya. Mengingat sejarah awal mulanya, kondom diciptakan setelah berbagai penyakit menular seksual muncul dan menjangkit banyak orang.

Bahan baku kondom–baik untuk pria atau wanita–sama, yakni zat plastik bernama polyurethane. Selain itu, batas pemakaiannya pun juga sama-sama satu kali. Tidak ada satu pun jenis kondom yang dapat digunakan lebih dari sekali.

Lalu apa beda antara kedua jenis kondom tersebut selain pemakainya?

Hal paling mendasar adalah letak pemakaiannya. Kondom pria digunakan pada penis, sedangkan kondom wanita dimasukan ke dalam vagina. Maka dari itu, kondom wanita juga disebut sebagai kondom internal.

Kondom wanita dapat dipakai 8 jam sebelum hubungan seks. Berbeda dengan kondom pria yang baru dapat digunakan setelah penis mengalami ereksi sempurna.

Karena dimasukan ke dalam vagina, maka bentuknya pun juga berbeda dengan kondom yang dipakai pria keren. Kondom wanita memiliki cincin di kedua sisinya.

Di sisi dalam, cincin bertekstur sedikit padat karena digunakan untuk mendorong kondom ke dalam vagina sampai ke mulut rahim. Sedangkan di bagian luar, cincin lebih lunak dan memiliki bukaan untuk penis.

Selain itu, cincin bagian luar juga mampu menutupi bibir vagina dan vulva sehingga tidak ada kontak antara dua alat kelamin sama sekali. Hal inilah yang menyebabkan tingginya efektivitas kondom wanita dalam mencegah penyakit menular maupun kehamilan.

Menurut Erica Gollub, pakar kesehatan masyarakat dari Pace University, New York, kondom wanita lebih efektif dalam mencegah penyakit menular seksual ketimbang kondom pria.

Hal itu karena kondom wanita dapat menahan virus sekecil hepatitis B, yang secara mikroskopik ukurannya lebih kecil dari HIV. Selain itu, kondom wanita tidak bergantung pada kondisi ereksi pria.

Berdasarkan keterangan Gollub, efektivitas kondom pria berkurang apabila ereksi belum sempurna dan cairan pre-ejakulat –yang juga menularkan penyakit– dapat keluar karena kondom tidak terpasang dengan benar.

Menurut Badan Jaminan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), kondom wanita 95 persen efektif mencegah dua hal yang tidak diinginkan tersebut apabila digunakan secara benar dan konsisten. Efektivitasnya bisa menurun hingga 75 sampai 82 persen saja jika penggunaan kondom wanita tidak sesuai prosedur yang dianjurkan.

Bicara soal efektivitas, hal itu juga dapat dipengaruhi dari kondisi kondom itu sendiri. Sama seperti kondom pria, kondom wanita juga tidak akan efektif apabila dalam kondisi rusak. Baik sebelum atau saat hubungan seks berlangsung.

Salah satu hal yang dapat menyebabkan kerusakan kondom wanita saat hubungan seks berlangsung adalah penggunaan kondom ganda. Jika wanita sudah menggunakan kondom, maka pria tidak perlu mengenakannya juga karena friksi saat berhubungan seks akan merobeknya.

Selain itu, penggunaan pelumas berbahan dasar minyak juga dapat merusak kondom. Hal ini karena bahan polyurethane akan rusak apabila terkena minyak. NHS menyarankan untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air apabila ingin menambahkan pelumas.

Terlepas dari semua hal tersebut, perbedaan antara kondom wanita dan kondom pria yang paling utama adalah pilihan. Dengan adanya kondom wanita, kaum hawa tidak perlu bergantung kepada pasangannya dalam melakukan seks yang aman.

Berdasarkan penelitian yang Gollub lakukan, di Amerika Serikat, pria yang mau menggunakan kondom masih terbilang sedikit, yakni kurang dari 20 persen dari total populasi. Salah satu penyebab rendahnya angka tersebut karena mereka kurang merasa puas dalam berhubungan seks apabila mengenakan kondom.

Perihal kepuasan seksual, PATH dan United Nations Population Fund (UNFPA) dalam penelitiannya, Female Condom: A Powerful Tool for Protection, mengklaim bahwa penggunaan kondom wanita dapat meningkatkan kepuasaan seksual, dibanding kondom pria.

Selain itu kondom wanita memberi pilihan lain ketika pasangannya tidak ingin menggunakan kondom. Sehingga mereka memiliki kontrol yang sama atas hubungan seksual yang aman.

Penggunaan kondom wanita pun diklaim berbagai pihak sebagai bentuk pemberdayaan perempuan, khususnya perihal hubungan seks –yang masih didominasi laki-laki.

Namun sayang, alat kontrasepsi ini tidak begitu populer di kalangan masyarakat, termasuk di Indonesia. Beberapa kekurangan dari kondom wanita, salah satunya adalah karena harganya yang dua kali lipat lebih mahal dari kondom pria.

Apakah kondom wanita bisa digunakan masyarakat luas Indonesia? Tampaknya mereka yang ingin mempopulerkan kondom ini harus putar otak dua dua kali lipat lebih berat.